Di sebuah kampung di Curug Dengdeng, Bogor, ada anak-anak yang setiap hari belajar membaca Al-Qur’an dengan penuh semangat.
Di tengah kesibukannya sebagai tukang bangunan, Ustadz Ade Nasrudin tetap meluangkan waktu untuk mengajarkan mengaji kepada anak-anak di lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilakukan dengan ikhlas dan tanpa dipungut biaya.

Bagi Ustadz Ade, mengajarkan Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan mengisi waktu. Ia ingin anak-anak di kampungnya memiliki bekal ilmu agama dan mampu membaca serta memahami Al-Qur’an sejak dini.
Bahkan, ketika ada orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke pesantren tetapi terkendala biaya, Ustadz Ade berusaha membantu sebisanya.
Saat ini, anak-anak membutuhkan Al-Qur’an yang layak dan cukup untuk digunakan belajar bersama.

Sebelumnya, pernah ada bantuan sebanyak 10 Al-Qur’an. Namun karena harus digunakan bergantian oleh banyak anak, sebagian mushaf kini sudah rusak.
“Dulu pernah dikasih 10 Al-Qur’an, harus ganti-gantian. Sekarang sudah banyak yang rusak,” ungkap Ustadz Ade.

Kondisi tersebut membuat proses belajar mengaji menjadi kurang nyaman. Padahal, semangat anak-anak untuk belajar tetap ada.
Ustadz Ade berharap kegiatan mengaji ini dapat terus berjalan dan anak-anak di Kampung Curug Dengdeng tidak hanya mendapatkan pendidikan umum, tetapi juga memiliki kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an.
Satu mushaf mungkin terlihat sederhana bagi kita. Namun bagi anak-anak di Kampung Curug Dengdeng, satu Al-Qur’an yang layak dapat menjadi sarana untuk mengenal huruf-huruf Allah, belajar membaca ayat demi ayat, dan menumbuhkan kecintaan mereka kepada Al-Qur’an.


Dengan mewakafkan Al-Qur’an, Sahabat tidak hanya membantu menyediakan mushaf untuk mereka. InsyaAllah, setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dipelajari, dan setiap ilmu yang diamalkan dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Yuk, bersama LAZGIS hadirkan Al-Qur’an baru untuk anak-anak di Kampung Curug Dengdeng, Bogor.
Klik donasi sekarang dan ikut hadirkan Al-Qur’an untuk mereka.