Di MDTA Nurusibyan, Batujaya, Karawang, lebih dari 100 santri belajar setiap harinya. Meski salah satu bangunan madrasah telah ambruk dan bangunan lainnya masih digunakan dalam kondisi yang memprihatinkan serta membutuhkan perbaikan, semangat mereka untuk menuntut ilmu tidak pernah surut. Di tempat sederhana inilah mereka belajar mengaji, menulis Iqra, membaca kitab kuning, hingga tadarus Al-Qur'an.


Dengan biaya pendidikan hanya Rp50.000 untuk dua bulan, Ustazah Aliyah menyampaikan rasa khawatirnya terhadap kondisi sarana belajar. Bukan hanya bangunan yang membutuhkan perhatian, tetapi juga Al-Qur'an dan Iqra yang sudah tidak layak digunakan. Sampulnya terlepas, halamannya sobek bahkan hilang. Tak jarang, saat anak-anak membaca, halaman langsung melompat dari halaman 3 ke halaman 9 karena lembaran di antaranya sudah tidak ada.

Salah seorang santri, Intan, bercerita bahwa Iqra yang digunakannya hingga sekarang belum pernah diganti sejak duduk di kelas 3 DTA. Meski sudah lusuh, sobek, dan beberapa halamannya mulai rusak, ia tetap menggunakannya setiap hari untuk belajar mengaji. Bagi Intan, memiliki Iqra baru masih menjadi harapan yang belum terwujud.

Bapak dan Ibu Donatur GIS Peduli, Al-Qur'an dan Iqra mungkin mudah dibeli. Namun bagi sebagian keluarga di sini, kebutuhan sehari-hari harus lebih diutamakan. Selama masih bisa dibaca, meski sobek dan rusak, mereka tetap menggunakannya. Padahal, halaman yang hilang membuat proses belajar menjadi lebih sulit dan menghambat mereka dalam memahami ayat-ayat Allah.

Mari bersama menghadirkan Al-Qur'an dan Iqra yang layak untuk anak-anak di pelosok Karawang. Semoga setiap huruf yang mereka baca menjadi pahala jariyah yang terus mengalir bagi setiap Bapak dan Ibu donatur dermawan yang ikut mengambil bagian dalam ikhtiar kebaikan ini.
Kontak Media:
GIS Peduli
Jl. Caman Raya No.65B, RT.003/RW.003, Jatibening, Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17412
Telepon: +62 812-8222-2826
Email: lazgis.info@gmail.com
Website: www.lazgis.com