Pernahkah
sahabat bertanya-tanya, bagaimana cara sederhana namun berdampak besar untuk
membantu anak yatim tetap semangat sekolah? Salah satu jawabannya adalah dengan
memberikan bantuan peralatan sekolah.
Di Purwasari,
Karawang, program ini menjadi bukti nyata bahwa langkah kecil bisa mengubah
hidup seorang anak. Melalui donasi sahabat, anak-anak yatim yang penuh semangat
bisa kembali tersenyum karena mendapat perlengkapan belajar baru.
Salah satunya
adalah Siti (13 tahun), seorang anak yatim yang bercita-cita menjadi
hafiz Al-Qur’an. Keinginannya sederhana: ia ingin menghafal Qur’an agar bisa
mendoakan ayahnya yang telah tiada. Meski hidup dalam keterbatasan, semangatnya
tetap menyala, terlebih saat ia menerima bantuan perlengkapan sekolah yang
membuatnya semakin percaya diri untuk belajar.
Meski hidup
dalam keterbatasan, Siti menyimpan cita-cita mulia. Ia ingin menjadi hafiz
Al-Qur’an, sebuah niat tulus agar bisa menghadiahkan doa dan pahala tilawah
untuk ayahnya. Dengan suara lirih, Siti berkata, “Aku ingin terus belajar
mengaji, biar bisa hafal Qur’an dan doakan ayah.”
Kehilangan
sosok ayah membuat perjalanan sekolahnya tidak mudah. Biaya kebutuhan belajar
sering menjadi beban yang berat bagi ibunya. Namun, keikhlasan dan keteguhan
hati Siti dalam menuntut ilmu menjadi penguat semangat bagi keluarga dan
orang-orang di sekitarnya.
Melalui bantuan
peralatan sekolah dari GIS Peduli, senyum Siti kembali merekah. Buku tulis,
tas, dan perlengkapan belajar lainnya bukan hanya sekadar benda, tapi simbol
dukungan nyata bahwa ia tidak sendirian dalam meraih cita-citanya. Harapannya
sederhana: bisa terus belajar, mengaji, dan suatu hari nanti menjadi penghafal
Al-Qur’an yang menebar kebaikan untuk banyak orang.
Kegiatan di
Purwasari ini juga diikuti oleh anak-anak yatim lainnya. Senyum polos mereka
menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan, ada semangat yang besar untuk
terus bermimpi. Setiap bantuan yang disalurkan membawa arti mendalam:
menyalakan semangat belajar, menumbuhkan percaya diri, dan menanamkan keyakinan
bahwa masa depan mereka bisa cerah.
Program
santunan pendidikan seperti ini tidak akan berjalan tanpa dukungan sahabat.
Setiap donasi yang disalurkan adalah bagian dari amal jariyah yang insyaAllah
akan mengalir terus menerus, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Jika seseorang
meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah
jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak shalih.” (HR. Muslim).
Lewat sedekah
pendidikan, sahabat telah ikut membantu anak-anak yatim untuk terus melangkah.
Tidak hanya meringankan beban biaya sekolah, tetapi juga memberi mereka
keyakinan bahwa ada banyak tangan yang siap menggandeng dan mendukung.
Mari
bersama-sama terus menjadi bagian dari perjalanan mereka. Semoga setiap rupiah
yang kita titipkan menjadi cahaya harapan di masa depan, doa yang berbuah
keberkahan, dan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhirat.
Kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sahabat dermawan
yang telah mendukung program bantuan peralatan sekolah untuk anak yatim di
Purwasari, Karawang. Setiap donasi, doa, dan kepedulian yang sahabat titipkan
benar-benar menjadi penguat semangat bagi adik-adik yatim, termasuk Siti, yang
terus berjuang meraih cita-cita mulianya sebagai hafizah Al-Qur’an.
Bersama
sahabat, kami percaya bahwa setiap kebaikan yang disalurkan akan menjadi amal
jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan
keberkahan dan kemudahan dalam setiap langkah kebaikan sahabat.
Aamiin..
Perjalanan kebaikan ini tidak berhenti di sini. GIS Peduli masih memiliki
banyak program lainnya, mulai dari santunan yatim, sedekah Jumat, bantuan
kesehatan, hingga wakaf produktif. Setiap program adalah kesempatan bagi kita
semua untuk menebar manfaat lebih luas dan menyalakan harapan di hati mereka
yang membutuhkan