Jakarta Utara, 1 Juni 2026 – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, SMP IT Gema Insan Cendekia (GIC) Karawang menggelar kegiatan pelepasan siswa-siswi kelas IX yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di tingkat sekolah menengah pertama. Kegiatan berlangsung di atas kapal legendaris TNI Angkatan Laut, KRI Dewaruci, yang bersandar di Pangkalan TNI AL Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ketua Yayasan Pendidikan Gema Insan Cendekia (YPGIC), Rahma Dian Lestari, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan karakter siswa setelah mereka menyelesaikan berbagai rangkaian ujian, mulai dari TKA, PSAJ, hingga ujian tahfidz. Menurutnya, pemilihan lokasi di atas KRI Dewaruci sengaja dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa kepada para siswa yang akan melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Acara berlangsung khidmat dan penuh makna. Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian adalah seremoni pelepasan burung merpati sebagai simbol harapan, cita-cita, dan masa depan yang akan diraih para lulusan. Selain itu, dilakukan pula pengalungan medali oleh wali kelas kepada 50 siswa yang terbagi dalam dua kelas sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka selama menempuh pendidikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Groza Surbakti, ekspatriat sekaligus Ketua Yayasan Sail Indonesia Jaya yang mengelola kegiatan edukasi di KRI Dewaruci. Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi kepada para siswa tentang kebesaran KRI Dewaruci yang telah berlayar mengelilingi dunia dan mengharumkan nama Indonesia melalui berbagai kompetisi kapal layar tingkat internasional.
“Indonesia sebagai negara maritim memiliki peluang besar bagi generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa melalui sektor kemaritiman,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan GIS Peduli, Hariyanto, menyampaikan bahwa pelepasan ini merupakan momentum penting bagi para siswa untuk menapaki cita-cita yang lebih tinggi. Ia mengingatkan bahwa harapan orang tua dan bangsa berada di pundak generasi muda yang kelak akan menjadi penerus pembangunan Indonesia.
Dalam kesempatan ini, terdapat lima anak yatim, piatu, dan dhuafa binaan GIS Peduli yang turut serta dalam acara kelulusan tersebut. Mereka merupakan penerima manfaat Program Beasiswa Pendidikan GIS Peduli yang selama ini mendapatkan dukungan untuk menunjang proses belajar di SMP IT GIC Karawang.
Beberapa di antaranya menunjukkan prestasi yang membanggakan. Retno Sekar Tanjung berhasil meraih predikat sebagai siswa terbaik di bidang tahfidz, sebuah pencapaian yang mencerminkan ketekunan dan kesungguhannya dalam menghafal Al-Qur’an. Selain itu, terdapat Hilmi Mandala Putra, Aji Muhammad Dzikri, dan Narman yang terus menunjukkan semangat belajar serta perkembangan positif selama menempuh pendidikan di sekolah.

Prestasi dan perkembangan para peserta didik ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak yatim dan dhuafa mampu membuka peluang yang lebih besar bagi masa depan mereka. Program beasiswa tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para siswa untuk berkembang, berprestasi, dan meraih cita-cita.
Hariyanto berpesan,
“Lagu Indonesia Raya tiga stanza yang kita nyanyikan bersama hari ini mengandung cita-cita luhur dan doa bangsa Indonesia. Semangat kebangsaan dan wawasan nusantara harus terus tertanam dalam diri setiap anak Indonesia,” tuturnya.

GIS Peduli menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang selama ini istiqamah mendukung Program Beasiswa Pendidikan. Kepedulian para donatur telah menjadi jembatan harapan bagi anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan yang layak. Kehadiran para penerima beasiswa dalam momen kelulusan ini menjadi bukti bahwa setiap bantuan yang diberikan memiliki dampak nyata dan tidak sia-sia.
Melalui dukungan yang berkelanjutan, semakin banyak anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa yang dapat melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Kisah Retno Sekar Tanjung, Hilmi Mandala Putra, Aji Muhammad Dzikri, dan Narman menjadi salah satu contoh bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan generasi penerus bangsa.

Kegiatan ditutup dengan tur edukatif di area dermaga dan kapal. Para siswa mendapatkan pengenalan dasar mengenai dunia kemaritiman serta diajak berkeliling menyaksikan puluhan kapal perang milik TNI Angkatan Laut yang bersandar di kawasan pangkalan. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga sekaligus menambah wawasan mereka tentang pentingnya peran Indonesia sebagai negara maritim.
Pelepasan siswa SMP IT GIC tahun 2026 ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan nasionalisme, dan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya demi bangsa dan negara. Di balik senyum para lulusan hari itu, tersimpan harapan besar bahwa pendidikan yang mereka tempuh akan menjadi bekal untuk mengubah masa depan, baik bagi diri mereka sendiri, keluarga, maupun masyarakat di sekitarnya. Dukungan para donatur telah menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut dan akan terus melahirkan generasi-generasi hebat yang membawa manfaat bagi Indonesia.

Kontak Media: GIS Peduli | Telepon: +62 812-8222-2826 | Email: lazgis.info@gmail.com | Website: www.lazgis.com