fbpx

Anak Menjadi Sasaran Korbaan Kejahatan, Berikut 3 Aspek Yang Perlu Diperhatikan

Sebagai orang tua yang telah dikaruniai seorang anak, kekhawatiran kerap kali muncul ketika sang buah hati tidak dalam jangkauan pengelihatan. Seperti halnya ketika berada disekolah, ketika berangkat sekolah tidak diantar, ketika sedang bermain, dan banyak hal lainnya yang menjadikan orang tua khawatir akan hal yang tidak diinginkan.

Kekhawatiran orang tua terhadap anak adalah respon dari orang tua karena rasa sayangnya. Tak dipungkiri bahwa hal tersebut telah menjadikan jutaan anak terjaga dari hal yang tidak diinginkan, seperti halnya menasihati sang anak untuk berhati hati, hingga menanyakan situasi dan lokasi dimana sang anak yang sedang jauh dari orang tuanya.

Berikut 3 aspek yang perlu cukup diperhatikan selain menasihati untuk selalu berperilaku baik dimanapun dan memberikan kabar bila sedang berpergian.

  1. Dengan Siapa

Meskipun anak sudah cukup dewasa dan orang tua juga sudah cukup yakin pada sang anak untuk berpergian jauh namun menanyakan dengan siapa sang anak akan pergi adalah hal penting. Hal ini juga akan membangun hubungan baik dengan anak yang mulai dewasa dan berjarak dengan orang tua. Dengan menanyakan hal ini nantinya bila ada hal yang tidak diharapkan maka orang tua bisa menghubungi orang yang pergi bersama anaknya. Untuk kasus bila anak masih amat perlu bimbingan orang tua, ada baiknya bila berpergian didampingi oleh orang yang cukup dekat dengan anak, seperti orang tuanya sendiri ataupun keluarga lainnya.

  1. Menggunakan Apa

Hal ini juga bisa ditanyakan bila orang tua tidak mengetahui dengan menggunakan apa anak akan berpergian ?
sebagai orang tua yang mungkin memiliki pengetahuan lebih mengenai kendaraan, jalanan atau lainnya. Hal ini bisa disampaikan kepada anak untuk memberikan pembelajaran pada hal yang akan dihadapi oleh anak bila ada permasalahan dengan kendaraannya, ataupun mungkin orangtua memiliki informasi mengenai jalan yang akan dilalui sang anak nantinya, semisal mungkin disana jalanannya belum diperbaiki dan memiliki lubang dibeberapa sudut, orang tua mengetahui opsi lain, hal ini bisa disampaikan kepada anak.

  1. Imbau anak untuk tidak memaksakan hal di luar kemampuan

Hal ini perlu sekali diperhatikan oleh semua kalangan, bukan hanya anak namun juga orang tua. Tidak memaksakan hal di luar kemampuan diri adalah hal yang penting. Karena dampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata, contoh ; seorang anak ingin ikut berenang karena banyak teman temannya, padahal anak tersebut belum bisa berenang dengan baik, namun karena ramai alhasil sang anak ikut karena berfikir jika banyak orang yang ikut berenang akan aman jika ada kecelakaan di lokasi berenang. Sebagai orang tua yang memahami bahwa anaknya tidak memiliki kemampuan dalam bidang tertentu, ada baiknya untuk mengingatkan anak, ataupun sanak keluarga lainnya bila kita mendapati bahwa mereka tidak bisa dalam hal tertentu, baiknya berfikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu dan terlebih jangan mendahulukan gengsi.

Artikel ini mungkin akan terkesan over protective, terlebih untuk seorang anak yang sudah cukup dewasa ada yang mungkin senang diperhatikan seperti itu namun ada juga yang malah risih. Sebagai orang tua harus memahami hal tersebut cukup atau malah berlebihan ? semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk pembaca, sebagai ikhtiar untuk mendidik anak agar bisa dicontoh oleh anak nantinya.

Ditulis Oleh Fajar Ramadhan Mahasiswa STEI SEBI

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami

LAZ Gema Indonesia Sejahtera
Jl. Caman Raya No 65 RT 003 RW 003 Kel. Jatibening, Kec. Pondok Gede Kota Bekasi.
Telp: (021) 85523233
lembagaamilzakatgis@gmail.com