5 Tips Mendidik Anak Dengan Cara Islami

5 Tips Mendidik Anak Dengan Cara Islami

Oktober 13, 2022 0 By Kartika sulistyowati

Sebagai orang tua, mendidik adalah hal yang penting sekali dalam tumbuh kembang seorang anak, dimana diharapkannya, kelak anak akan bisa menjadi pribadi yang bisa menjadi contoh baik untuk generasi selanjutnya. Selain memang nantinya seorang anak akan menimba ilmu oleh para guru guru disekolah, begitu pun dengan orang tua, sebaga guru untuk anak anaknya dirumah, yang mana hal seperti prilaku, sikap, cara berbicara pun akan dicontoh oleh anak anak nantinya.

Anak adalah ceriminan dari orang tuanya, namun selain memang anak akan mencontoh orang tuanya, ada beberapa hal yang orang tua perlu ajarkan kepada anak anaknya sedari kecil, hal ini amat penting untuk diajarkan kepada mereka sejak dini untuk menjadi landasan seorang anak dalam memahami “menjadi seorang muslim” itu sendiri. Berikut 5 hal yang perlu orang tua ajarkan kepada anak anak sesuai ajaran islam.

  1. Menanamkan tauhid dan aqidah sedari kecil

Hal ini adalah dasar pemahaman untuk seorang anak dalam memahami dirinya, siapa dan untuk apa seorang anak hidup dimuka bumi. Tauhid atau ketuhanan adalah hal awal yang sangat penting untuk disadari oleh seorang anak, disini orang tua perlu memberi tahu bahwa apapun yang kita lihat bahkan diri kita sendiri dan semua nikmat yang dirasa adalah ciptaan dan pemberian Allah, tugas kita sebagai seorang muslim adalah beribadah, maka dari itu, sejak dini, ajak anak untuk mengenal apa itu sholat mengaji dan sebagainya, yang mana nantinya anak akan terbiasa dan tidak kaget ketika masuk fase untuk mempelajari hal hal tersebut.

Setelah memahami siapa dan apa yang harus dilakukan sebagai seorang muslim, selanjutnya adalah aqidah atau keimanan. Rasulullah SAW mengajarkan kepada anak anaknya untuk mengucap kalimat, Lailaha illaallah yang artinya tiada Tuhan selain Allah.

Dijelaskan dari Ibn Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

“Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah.”

“Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (Sya’bul Iman).

Dasar aqidah pun sebaiknya ditanamkan sejak kecil, seperti halnya pengetahuan tentang rukun islam dan rukun iman. Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ dan Ibnu Hibban dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu,

Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya. Apakah ia pelihara ataukah ia sia-siakan, hingga seseorang ditanya tentang keluarganya.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).

  1. Kenalkan anak sholat sejak kecil

Seperti yang sudah di bahas di atas, pengenalan sholat sejak kecil dapat berdampak baik bagi pengetahuan anak, benefit yang didapat bagi anak pun akan semakin banyak dalam pemahaman sholat itu sendiri, seperti halnya terbiasa mendengar bacaan yang dibaca ketika sholat, membuat anak akan lebih familiar nantinya dengan bacaan bacaan sholat dan yang menjadikan anak akan lebih mudah dalam menghafal atau bahkan sudah diluar kepala sekalipun.

  1. Kenalkan anak bacaan al qur’an sejak dini

Selain sholat, memperlihatkan kepada anak orang tuanya mengaji juga akan membantu anak dalam pengenalan awal kepada bacaan bacaan Al Qur’an, disini harapannya anak akan lebih familiar, dan nantinya ketika anak mulai masuk untuk belajar membaca iqro, anak akan lebih bisa melafalkan huruf hurufnya dengan cukup benar, dikarenakan anak sudah sering mendengar seperti apa pelafalannya.

  1. Mengajarkan anak untuk selalu bersyukur

Terkadang sebagai orang tua, menyayangi anak dengan sepenuh hati adalah hal yang orang tua selalu inginkan, seperti halnya mengiyakan apapun yang anak minta, hal tersebut adalah hal yang sangat boleh dan baik dilakukan, yang dampaknya kepada anak akan membuat anak menjadi pribadi yang mudah untuk berbagi, namun hal ini perlu diperhatikan, dikarenakan mengiyakan berlebihan permintaan anak memiliki dampak buruk untuk anak itu sendiri, yakni anak akan begitu manja kepada orang tuanya hingga malas untuk berusaha, jalan keluarnya ialah, dengan membatasi permintaan anak tersebut, dan minta anak untuk melakukan hal yang memang sekiranya bisa dilakukan oleh anak, yang pastinya sesuai dengan umurnya saat itu, terlebih ini bisa menjadi wadah pembelajaran untuk anak itu sendiri, dan bila anak tidak terima kita menolak permintaannya, beri pemahaman kepada anak untuk bisa mensyukuri segala sesuatu yang ada, dari sini anak akan mulai bisa sadar untuk mensyukuri apa yang tersedia dan, berusaha meraih apa yang tidak ada.

  1. Ajarkan anak untuk menjadi pribadi penyayang, sopan dan santun

Hal ini bisa diajarkan kepada anak melalui prilaku orang tua, dengan menunjukan kasih saying kepada orang yang lebih tua, orang yang lebih muda maupun kepada makhluk hidup lainnya, seperti halnya binatang, disini anak akan melihat prilaku tersebut, yang mana nantinya anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Sopan dan santun adalah dua hal penting dalam tumbuh kembang pribadi seorang anak, orang tua pasti akan bangga melihat anaknya sopan dan santun kepada siapapun, terlebih kepada orang yang lebih tua, hal ini juga bisa dilakukan oleh orang tua manapun, dengan cara berprilaku sopan dan santun, sama seperti bahasan di atas, anak akan memperhatikan kebiasaan orang tuanya tersebut , yang membuat anak akan belajar dan mencontoh apa yang orang tuanya lakukan.

Sembari mencontohkan 5 hal diatas dalam keseharian, tambahkan pemahaman pemahaman ilmu mengenai hal hal tersebut, agar anak bukan hanya mempraktekan apa yang dilihatnya, namun juga memahami apa yang di lakukannya.

Ditulis Oleh Fajar Ramadhan Mahasiswa STEI SEBI

Referensi :

https://umma.id/article/share/id/1005/460728